WARTA SATGAS PERLINDUNGAN ANAK (SATGAS PA) MUDIK RAMAH ANAK DAN DISABILITAS
Share:

WARTA SATGAS PERLINDUNGAN ANAK (SATGAS PA) MUDIK RAMAH ANAK DAN DISABILITAS

 

Hasil Audit Pelayanan dan Fasilitas Mudik Untuk MRAD tahun 2015

Satgas Perlindungan Anak (Satgas PA) telah mempublikasikan hasil audit fasilitas mudik tahun 2015 secara langsung yang dilakukan di Terminal Kampung Rambutan, Pelabuhan Tanjung Priok dan Terminal Pulo Gadung. Bersama dengan Ibu Yohana Susana Yembise Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bapak Ignasius Jonan Menteri Perhubungan, Kyai Maman Imanulhaq dan Ibu Dessy Ratnasari dari Komisi VIII DPR RI, juga dihadiri perwakilan dari Kementerian Sosial Kasubdit AMPK, Kepala Terminal serta  tokoh pemerhati anak, yang telah melakukan peninjauan secara langsung sarana persiapan dan penyelenggara mudik di beberapa lokasi. Dengan melakukan pengecekan mulai dari layanan loket pembelian ticket, fasilitas transportasi, fasilitas bermain untuk anak hingga toilet menjadi catatan penting. Hal ini guna memastikan adanya layanan dan prasarana yang lebih baik dan berharap ada solusi awal dalam mewujudkan Mudik Ramah Anak dan Disabilitas untuk tahun berikutnya.
Berikut berdasarkan audit yang dilakukan di beberapa tempat lokasi penyelenggara mudik:

Terminal Kampung Rambutan dan Terminal Pulogadung

  1. Fasilitas mudik semakin membaik dengan adanya pos kesehatan dan para medis.
  2. Tersedia ruang ibu menyusui.
  3. Belum ada ruang bermain anak.
  4. Kondisi ruang tunggu masih umum dan tidak kondusif untuk menunggu lama.
  5. Keamanan sudah terlihat baik dengan kesiapan pihak terkait.

Untuk Mudik Ramah Disabilitas

  1. Belum ada ramp yang menghubungkan pemudik ke loket tiket sampai naik bus bagi disabilirtas yang menggunakan kursi roda.
  2. Tidak adanya guiding block untuk penyandang tunanetra yang tidak terhalang apapun, membuat tunanetra melalui area berbahaya untuk menuju lokasi loket mau pun parkir bis.
  3. Dengan belum tersedianya ubin kapsul dan ubin tekstur sebagai pemandu bagi disabilitas tuna netra hal ini sangat membahayakan jiwa disabilitas bersangkutan.
  4. Sarana fasilitas umum lainnya yaitu toilet umum ukuran pintu dan ruangnya masih ukuran umum.
  5. Belum dapat memasuki musholla untuk ibadah.
  6. Tidak tersedia akses untuk dapat menuju dan berada di kantin khususnya bagi pengguna kursi roda.
  7. Disabilitas pengguna kursi roda menaiki kendaraan masih dengan bantuan pendamping.
  8. Fasilitas untuk keamanan kursi roda belum ada. Bagi disabilitas ini kursi roda adalah bagian dari tubuhnya yang tidak dapat terpisahkan, sehingga jika kursi roda mengalami kerusakan sama dengan melukai anggota badan yang lain.

Pelabuhan Tanjung Priok,

  1. Fasilitas mudik semakin membaik dengan tersedianya pos kesehatan dan para medis.
  2. Tersedianya ruang ibu menyusui.
  3. Tersedia ruang bermain anak.
  4. Kondisi ruang tunggu sudah cukup baik
  5. Tingkat keamanan semakin baik dengan penjagaan yang cukup.

 Untuk Mudik Ramah Disabilitas  

  1. Diketahui secara sadar bahwa calon pemudik disabilitas tidak bisa menaiki kapal.
  2. Sudah ada petunjuk toilet disabilitas namun sayangnya tidak dapat dipakai karena terkunci dan yang lain dalam kondisi rusak disamping ukuran lebar pintu toilet tidak dapat dilalui kursi roda.
  3. Tersedia ramp yang cukup baik walau masih ada sedikit hambatan ketinggian pada lantai yang mengakibatkan kursi roda harus berupaya keras melaluinya.

Satgas PA juga melakukan himbauan melalui pesan-pesan melalui media publikasi dengan menggunakan spanduk, backdrop, roll banner yang dipasang di lokasi strategis dan rilis media. Juga menyediakan dalam bentuk buku panduan yang diberikan gratis kepada para pemudik. Buku panduan MRAD 2015 diharapkan dapat menjadi bahan bacaan untuk menerima informasi bermanfaat bagi pemudik khususnya pemudik yang membawa anak, perempuan hamil, ibu menyusui serta lansia. Buku MRAD 2015 juga dilengkapi dengan informasi disabilitas dan kondisi berhadapan dengan disabilitas.

Sementara teknis pemyampaiannya juga menggunakan aktivitas bermain lainnya seperti  menggunakan media dongeng untuk bermain bersama anak-anak pemudik di lokasi ketika menunggu keberangkatan, serta sebagai sarana edukasi untuk menciptakan MRAD bagi pemudik.

Berdasarkan dari catatan tersebut dapat menjadikan masukan penting untuk pemangku kebijakan dalam memberikan pelayanan yang lebih baik dimasa yang akan datang.

Satgas Perlindungan Anak,

Ilma Sovri Yanti-Koordinator MRAD 2015

 

 

IMG-20150708-WA0020
Media publikasi MRAD
IMG-20150711-WA0080
Pintu toilet terkunci dan tidak digunakan
20150711_161911
Pintu toilet tidak dapat dilalui kursi roda
20150712_153727
Melalui dongeng dapat berkomunikasi dan menghibur anak
20150706_124423
Buku Panduan MRAD
IMG-20150714-WA0009
Kampanye MRAD di Bundaran HI dan membagikan buku panduan MRAD

 

 

Share:
Written by
Ilma Ilyas
Join the discussion

Ilma Ilyas

Saya seorang aktivis untuk mendorong dialog antar-agama, mempromosikan toleransi, serta memperjuangkan hak-hak kaum minoritas.